mkicau.com adalah sebuah website yang kami hadirkan untuk para kicau mania di Indonesia dengan konten yang berkualitas. Ketika kamu mencari tutorial burung di Google, tambahkan mkicau pada setiap kata kunci yang kamu ketikan, untuk menemukan artikel berkualitas dari kami.
Cari artikel Mkicau.com disini:

Banyak yang mengira bahwa semakin banyak isian pada burung murai yang kita lombakan, maka kemungkinan untuk menang akan semakin besar. Asumsi ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, namun bukan berarti dengan memberikan banyak isian pada burung murai, akan otomatis membuat burung kita dilirik juri.

Berbicara soal lomba burung, yang harus kita perhatikan tidak hanya kualitas kicauan atau isiannya, namun juga mentalnya yang harus siap fight di area lomba. Dan untuk membentuk burung murai yang seperti ini tidak gampang, meskipun burung murai kita dalam kesehariannya gampang emosi dan terpancing dengan murai lain, kadang di area lomba dia akan menjadi diam dan pasif.

Contoh kasusnya seperti ini, burung kita sudah memiliki isian yang bagus, dan mentalnya sudah sangat baik. Namun karena di area lomba ada banyak burung lain dengan kicauan yang asing tidak biaya di dengarkan, kadang burung kita justru diam. Bukan karena kalah mental, tapi karena si burung ingin menjadi pendengar dan belajar untuk melantunkan kicauan dari murai batu lain di lomba.

Hal semacam ini sangat sering terjadi, dan ternyata cara yang paling ampuh untuk menghindari hal ini adalah dengan terlebih dahulu memperkenalkan banyak suara pada si burung. Tujuannya bukan untuk melatih si murai, namun lebih kepada menambah referensi suara yang pernah di dengar oleh si burung. Dengan begitu, ketika mendengar kicauan burung lain di area lomba, si burung tidak akan berusaha untuk menjadi pendengar dan pembelajar, namun lebih pede untuk melantunkan suara yang mereka miliki.

Baca Juga: Cara Menaikan Emosi Burung Murai Batu Ampuh

Kembali ke point yang pertama tadi, jadi apakah burung murai yang memiliki banyak variasi jauh lebih disukai juri? Bisa jadi, namun dalam beberapa kasus, justru burung murai yang memiliki suara dominan dan unik akan membuat juri lebih tertarik untuk meliriknya.

Disinilah tantangannya, kita harus mengenalkan banyak suara pada burung murai dengan maksud menambah kosa kata kicuan yang dikenal oleh si burung, namun kita juga harus memastikan burung murai memiliki satu suara dominan yang membuatnya jauh lebih unik dari pada burung lain yang sedang di lombakan.

Ada beberapa tips untuk mendapatkan burung murai dengan karakter yang seperti ini. Dan yang pertama adalah mengenalkan burung murai dengan banyak suara. Pada saat awal-awal pemasteran, kita bisa mengenalkan banyak suara pada burung murai yang kita pelihara, dimulai dari suara burung lain, suara binatang seperti jangkrik, dan suara lain yang ada disekitar kita. Tidak perlu lama, cukup sebentar namun banyak suara.

Kami tekankan lagi, tujuannya disini sekedar untuk menambah kosa kata kicauan si burung, bukan untuk membuat si burung dapat menirukan suaranya dan menjadikannya variasi kicauan andalan. Burung murai yang sudah mengenal banyak suara ini cenderung akan lebih pede di area lomba dan tidak coba untuk menjadi pendengar di area lomba.

Yang Kedua adalah memilihkan satu suara dominanan yang akan kita jadikan sebagai kicauan andalan burung murai kita. Terkait apa saja suara isian yang cocok dengan burung murai, akan kami bahas di artikel selanjutnya.

Jika sudah memiliki suara andalan yang akan kita isikan pada si burung, lakukan pemasteran dengan suara itu, dalam durasi waktu yang panjang. Disinilah perbedaan dengan tips yang pertama tadi, kalau tujuannya untuk menambah kosa kata kicauan burung murai, kita bisa mengenalkan dengan banyak suara dengan duarasi yang singkat.

Namun untuk memasukan suara isian, kita harus mendengarkan isian kepada burung murai dengan durasi yang panjang dan hanya suara itu saja.

Dengan pola pemasteran seperti ini, kemungkinan besar burung murai batu yang kamu pelihara akan lebih mudah untuk mendapatkan perhatian dari juri, baik dari segi kualitas suara atau mentalitasnya di area lomba. Meskipun disana ada burung lain dengan kicauan yang unik, jika suara itu sudah pernah di dengarkan oleh murai kamu, burung akan cenderung untuk ikut melantunkan dan menirukan, bukan malah diam, karena si burung sudah pernah mendengarkan sebelumnya.

Baca Juga: Cara Perawatan Murai Batu untuk Lomba dan Harian

Atau jika tidak seperti ini, burung kamu justru akan menjadi pemimpin yang dengan pedenya melantunkan suara isian yang sudah mahir ia lantunkan, dan seketika burung lainnya akan diam. Semoga sedikit tips yang kami bagikan kali ini bermanfaat ya.

Write A Comment