mkicau.com adalah sebuah website yang kami hadirkan untuk para kicau mania di Indonesia dengan konten yang berkualitas. Ketika kamu mencari tutorial burung di Google, tambahkan mkicau pada setiap kata kunci yang kamu ketikan, untuk menemukan artikel berkualitas dari kami.
Cari artikel Mkicau.com disini:

Peminat burung sebagai hewan peliharaan tidak pernah surut, apalagi sejak pandemi yang mengharuskan kita melakukan berbagai kegiatan di rumah, orang yang sebelumnya vakum untuk memelihara burung kini kembali menjalani rutinitas ini, sekedar untuk mengisi waktu luang ataupun mencari hiburan untuk menghilangkan kepenatan.

Jika biasanya mkicau lovers memelihara burung dalam sangkar berukuran sedang, kini ada tren baru dalam memelihara burung, salah satunya menggunakan kadang aviary. Apakah mkicau lovers sudah tahu apa itu aviary? Dari pada bingung yuk kita bahas arti atau pengertian aviary beserta sejarahnya.

Apa itu Aviary?

Aviary adalah sebuah istilah dalam bahasa inggris yang memiliki arti kandang burung, namun berbeda dengan sangkar yang ukurannya lebih kecil, aviary memiliki ukuran besar dan didalamnya terdapat ekosistem alami seperti semak-semak dan pohon yang memungkinkan burung-burung didalamnya mendapatkan pengalaman layaknya hidup di alam aslinya.

Baca Juga: Suara Burung Flamboyan Gacor untuk Masteran MP3

Karena ukurannya yang besar, burung yang di pelihara dalam kandang aviary bisa terbang kesana kemari, hal ini juga yang membuat beberapa orang menyebut hal ini dengan kandang terbang. Tidak hanya itu, kadang burung juga membuat sangkar dan berkembang biak secara alami seperti di alam liar.

Apakah kamu pernah pergi ke kebun binatang? Biasanya disana ada burung-burung yang hidup dalam sebuah sangkar besar dan didalamnya terdapat pohon maupun tanaman? Kurang lebih seperti itu bentuk aviary. Tidak hanya kebun binatang saja yang melakukan ini, sekarang ini sudah banyak penghobi burung yang juga membuat kadang semi alam berbentuk aviary seperti ini.

Sejarah Aviary

Aviry adalah

Dilansir dari wikipedia, Kandang Aviry pertama sudah ada sejak awal tahun 1500 di kota Aztec, Tenochtitlan. Hal ini diketahui dari sebuah catatan yang ditulis oleh Hernan Cortes ketika ia dan anak buahnya berkunjung ke kota Aztec pada tahun 1521. Selain melalui catatan Hernan Cortes, sangkar besar lainnya juga pernah tercatat  pada tahun 1829, yakni Raven Cage sebuah bangunan berupa sangkar besar yang ada di kebun binatang London.

Tidak hanya di London, kadang burung besar juga menjadi salah satu aspek yang dibuat ketika membangun kebun binatang Rotterdam pada tahun 1880 an. Satu abad kemudian, yakni pada tahun 1900 an, Aviary juga menjadi salah satu hal penting yang sering dilakukan pada pembangunan rumah Rothschild di Eropa sana.

Kegemaran membangun aviary dalam sebuah rumah ini sebenarnya memiliki benang merah yang saling terhubung dengan kebiasaan para aristokrat (kelas sosial tertinggi dalam sebuah masyarakat) pada tahun 1600 an. Hal ini bisa kita lihat dari kegemaran masyarakat elit pada masa itu yang suka melakukan pameran hewan eksotis dan burung untuk memperlihatkan status, kekuatan, serta kekayaan mereka.

Salah satu aristrokat yang melakukan hal ini adalah Baron Ferdinand de Rothschild yang pernah membangun kandang burung pada tahun 1889 di Waddesdon Manor, Inggris dengan gaya Pavilium Teralis Versailles.

Aviary Pada Abad 20 Hingga Modern

Tahun 1990 semakin banyak pihak yang membuat kandang burung berukuran besar, salah satunya adalah Taman Zoologi Nasional dari Lembaga Smithsonian yang sudah selesai membangun aviary pada tahun 1902.

Begitu juga dengan kebung binatang Saint Louis, dimana kebun binatang ini adalah rumah untuk pameran Dunia yang terjadi pada tahun 1904. Menariknya ini adalah satu dari dua bangunan yang dulu dibangun untuk pameran dan masih ada. Tidak hanya itu, kandang yang ada di kebun binatang Saint Louis pada tahun 1904 adalah kandang burung terbesar. Bagaimana tidak, kandang ini memiliki tinggi 15 meter dengan lebar 26 meter serta panjang 69 meter.

Lanjut pada tahun 1937, adalah kebun binatang San Diego yang juga membuat kandang aviary yang secara khusus dirancang oleh arsitek kenamaan bernama Louis John Gill. Dan ini juga menjadi salah satu aviry terbesar di dunia pada waktu itu dengan tinggi 18 meter, panjang 55 meter, dan lebar 18 meter. Mkicau lovers ingin tahu, berapa biaya yang dihabiskan untuk membuat aviary ini? Tercatat aviary ini menghabiskan dana sekitar $ 50.000, yang jika kita rupiahkan sekitar 700 juta.

Kebun Binatang Frankfurt pada tahun 1969 juga membangun aviary, dimana ini adalah aviary pertama yang menampilkan miniatur burung di alam liar dalam sebuah kandang yang dilengkapi dengan kaca besar sehingga pengunjung bisa melihatnya.

Tahun-tahun selanjutnya, akhirnya lebih banyak kebun binatang yang juga membuat aviary dimulai dari kebun binatang london pada tahun 1962, kebun bintang Brox’s pada tahun 1972, dan juga Kebun Binatang Henry Doorly’s Simmons Aviary oada tahun 1983.

Baca Juga: 12 Burung yang Bagus untuk Isian Murai Batu

Hmmm, ternyata kebiasaan memelihara burung dalam kandang besar yang dibuat seperti habitat aslinya ini sudah ada sejak jaman dulu ya, bahkan sejak abad ke 15. Bagaimana? Apakah mkicau lovers juga tertarik untuk membuat kandang seperti ini?

Write A Comment