Burung pleci. Si kecil dengan warna hijau zaitun yang mampu menirukan berbagai suara kicauan dengan sangat merdu. Salah satu karakter kicauan yang sangat khas dari burung pleci adalah kicauan ngalasnya, yakni mengeluarkan suara “call” yang menggulung-gulung dengan volume yang cukup tinggi. Selain itu, burung berkaca mata ini juga dikenal sangat mudah untuk dipelihara.

Dua hal inilah yang menjadi alasan kenapa burung pleci memiliki tempat tersendiri dikalangan penghobi burung.

Baca Juga: Lima Jenis Burung Kolibri yang dilindungi di Indonesia

Meskipun masuk burung favorit, harga burung pleci bisa dibilang masih sangat terjangkau, dipasaran kamu bisa menemukan burung ini dengan harga Rp. 70.000 sampai Rp. 150.000. Hanya burung pleci dengan kualitas bagus, dalam artian memiliki variasi kicauan dan mental juara yang biasanya memiliki harga tinggi.

Masalahnya jumlah burung pleci makin menghawatirkan, di alam liar burung ini mulai langka dan sulit untuk ditemukan. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab makin sedikitnya jumlah burung pleci di alam liar dimulai dari perburuan yang terus meningkat sampai dengan habitat asli yang sudah mulai hilang. Melihat hal ini, sangat wajar jika burung pleci kini masuk dalam kategori hewan di lindungi.

Berangkat dari fakta bahwa burung pleci masuk dalam burung di lindungi, mau tidak mau, penghobi burung harus kompak dan menaikkan harga burung pleci sehingga setara dengan burung di lindungi lainnya. Ini penting dan merupakan jalan tengah yang tepat mengingat masih banyak kicau mania yang suka dengan burung ini, namun keberadaanya mulai langka.

Kenapa harga burung pleci harus naik?

Kita harus sadar bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika ingin memelihara atau memperjual belikan burung yang dilindungi sehingga mendapatkan izin dari pemerintah. Mengutip informasi dari Indonesia.go.id, syarat yang kami maksud adalah:

  • Burung yang ingin diperjual belikan atau dipelihara harus bersumber dari penangkaran, bukan burung yang ditangkap dari alam liar.
  • Hanya burung dalam penangkaran berkategori F2 yang boleh dipelihara atau diperjualbelikan. Kategori F2 ini maksudnya adalah burung generasi ketika dari induk penangkaran.

Untuk memenuhi syarat ini, para penangkar tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, karena harus menunggu generasi ketiganya dulu, baru boleh diperjualbelikan. Jika kisaran harga yang berlaku pada burung pleci sama dengan harga dulu ketika masih berstatus boleh dipelihara dan diperjualbelikan, tentu para penangkar tidak akan kuat melakukan pengkaran.

Hasilnya orang yang berniat memelihara burung pleci akan membelinya secara ilegal, karena burung pleci yang bersertifikat sulit untuk ditemui karena tidak ada orang yang menangkarkan. Selanjutnya beberapa oknum akan terus melakukan penangkapan di alam liar karena permintaan masih banyak, yang efek negatifnya adalah habitat burung pleci makin menipis, bahkan ada kemungkinan punah jika terus berlangsung.

Ini adalah lingkara setan yang tidak akan berhenti jika kita tidak bisa memutus rantainya secara benar, dan menurut kami cara paling benar memutus rantainya adalah dengan menaikkan harga, tujuannya agar penangkar masih memiliki untung secara finansial sehingga mereka mau melakukan penangkaran, penghobi akan memilih untuk memelihara burung pleci bersertifikat karena pasokan ada, dan tentu saja jumlah burung pleci sedikit demi sedikit akan meningkat karena ada yang melakukan konservasi.

Baca Juga: Download Masteran PLECI Isian Kenari MP3

Bagaimana pendapat mkicau lovers sekalian? Apakah kalian memiliki ide lain? Yuk diskusi di kolom komentar dan jika kalian setuju dengan hal ini, kamu bisa membagikan artikel ini ke sosial media agar lebih banyak orang yang tahu tentang hal ini.

Write A Comment