Bicara soal burung kicau, murai batu memang menjadi salah satu burung yang paling disukai kicau mania berkat variasi suaranya. Tidak hanya baru-baru ini saja, Murai Batu yang juga memiliki nama lain Kucica Hutan pada tahun 1947 berhasil mendapatkan penghargaan sebagai The Best Song Birds. Jika kamu dirumah juga memelihara burung ini, mungkin kamu akan penasaran dengan perawatan harian murai batu agar kelak menjadi gacor.

Yaps, tidak hanya ketika dewasa saja, cara perawatan murai batu trotol juga tidak kalah pentingnya, karena ini adalah usia emas si burung, jika pada golden age burung sudah diberikan treatment yang maksimal, hasilnya pasti juga tidak akan mengecewakan.

Cara Perawatan Harian Murai Batu agar Gacor

Sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana cara perawatan burung yang dikenal dengan nama Kucica Hutan ini? Yuk kita cari tahu.

1. Lakukan Pengembunan

Dialam liar, burung pasti akan selalu berkicau pada pagi hari. Sebenarnya ini lebih untuk menujukan keberadaan si burung atau daerah terirotial yang dihidupinya. Apalagi murai batu sendiri termasuk burung yang sangat keras dalam mempertahankan wilayah teritorialnya, dengan mengeluarkan burung pada saat masih pentang, secara otomatis kita sudah memberikan apa yang dibutuhkan oleh si burung.

Baca Juga: Masteran Murai Batu Gacor banyak Varian MP3

Selain itu, pengembunan memiliki banyak manfaat untuk burung, dimana burung yang sering di embun-embunkan cenderung memiliki pernapasan yang baik, sehingga suara murai batu akan lebih nyaring.

2. Bersihkan Sangkarnya

Banyak kicau mania yang memilih untuk memandikan burung terlebih dahulu sebelum di mandikan, ini sebenarnya kurang tepat, akan lebih baik kalo kita membersihkan sangkarnya terlebih dahulu, baru memandikan si burung. Dengan membersihkan sangkar terlebih dahulu, kotoran yang ada didalam sangkar akan lebih mudah untuk dibersihkan.

Selain itu, rata-rata kuman akan senang dengan daerah yang lembab, nah keberadaan air pada saat kandang belum bersih ini bisa membuat kuman subur didalam sangkar. Maka dari itu, perawatan murai batu harian yang selanjutnya dan sangat kami rekomendasikan adalah dengan membersihkan sangkarnya dari kotoran atau sisa makanan yang jatuh.

3. Memandikan Murai

Burung sudah mendapatkan angin segar, dan kotoran yang ada didalam sangkar juga sudah bersih, hal selanjutnya dalam perawatan murai batu dorong ekor adalah dengan memandikannya. Tidak hanya membuat burung menjadi lebih segar atau bulunya menjadi bersih, memandikan burung juga akan membuat murai batu menjadi lebih kebal, sehingga staminanya tetap terjaga.

Untuk memandikan burung murai batu, kamu bisa menggunakan semprotan khusus, dimana tingkat kelembutan atau besarnya semprotan kita atur agar sesuai dengan si burung.

4. Melakukan Penjemuran

Melakukan penjemuran pada burung murai batu tidak hanya memastikan bahwa si burung mendapatkan asupan vitamin D, namun ini juga akan memastikan bahwa burung benar-benar mendapatkan lingkungan yang bersih dan terhindar dari kuman atau bakteri lainnya yang menggangu kesehatan burung kicau. Perlu kamu ketahui, hampir sebanyak 85% virus yang biasa menyerang burung kicau bisa terbunuh dengan proses penjemuran ini.

Ketika cuaca sedang cerah, kamu bisa mencari tempat untuk menjemur burung murai batu, usahkan si burung tidak berdekatan atau melihat burung murai lainnya ya. Sedangkan untuk durasinya bisa disesuaikan dengan performa si burung, idelanya antara 1-2 jam, dibawah jam 10 pagi.

5. Berikan Pakan Terbaik

Selain beberapa treatment kecil diatas, sebenarnya ada satu hal yang sangat penting dan harus menjadi prioritas pada saat menerapkan cara perawatan murai batu lomba. Yakni dengan memberikan makanan terbaik yang disukai oleh murai batu dan juga memenuhi kebutuhan gizi. Dengan memberikan pakan terbaik, kita sudah memastikan bahwa burung murai mendapatkan kebutuhannya untuk tumbuh.

Ada beberapa makanan yang sangat disukai kicau mania dimulai dari Voer, EF, sampai dengan vitamin lainnya. Untuk makanan burung murai, akan coba kami bahas di lain waktu ya, maka dari itu, jangan lupa untuk berkunjung ke mkicau lagi, dilain waktu.

6. Gantang Burung

Setelah dilakukan penjemuran dan dalam sangkar sudah ada makanan, jangan buru-buru di kerodong lagi, sebaiknya burung murai batu mulai di gantang di tempat yang nyaman, istilah yang sering digunakan oleh kicau mania adalah di angin-anginkan. Fungsinya agar murai batu beradaptasi lagi dengan suhu normal setelah dilakukan penjemuran.

Gantung sangkar burung murai batu ditempat yang nyaman dengan sirkulasi udara yang bagus selama kurang lebih sekitar 15-30 menit.

7. Melatih Isian

Lanjut pada perawatan murai batu juara bagian ke tujuh yakni melatih si burung dengan suara kicauan burung lain yang memang cocok untuk burung murai batu. Ada banyak sekali isian yang sangat disukai kicau mania sebagai masteran dimulai dari burung gereja, burung pelatuk, tengkek buto, dan lain sebagainya.

Jika kamu hendak melakukan masteran pada burung murai batu, jangan lupa untuk dikerodong kembali, baru diperdengarkan suara MP3 yang sudah kamu download. Jika belum memiliki materi masterannya, silahkan lihat disini mkicau/topik/masteran-mp3/

8. Keluarkan dari Krodong

Setelah dilatih dan cukup untuk istirahat, jangan biarkan burung murai batu merasa sumpek dengan di kerodong terus, lepas kerodong dan mulai angin-anginkan atau gantang ditempat yang banyak angin semilirnya. Kamu bisa melakukan treatment perawatan murai batu gacor ini di jam setengah 4 atau jam 4 sore.

9. Lihat Mental Murai

Pada saat di angin-anginkan yang kedua ini, coba lihat dan amati seperti apa mental burung murai yang kamu pelihara. Kenapa? Selain suara isian yang dilantunkan, burung murai juga harus memiliki mental yang baik agar pada saat diikutkan lomba, burung murai mau berkicau dan melantunkan suara-suara yang selama ini sudah di ajari.

Jika memang mental murai batu kamu belum bagus, lakukan beberapa perawatan tambahan seperti mengajak jalan-jalan ke tempat lain, menggantang dengan murai batu lain, dan hal lainnya yang bisa meningkatkan mentalitas murai batu kamu.

10. Kerodong pada Malam Hari

Ketika waktu sudah mulai berganti menjadi petang, kamu bisa mengrodong kembali sangkar murai batu agar murai batu segera beristirahat. Pengkrodonngan dan di angin-anginkan ini akan menjadi langkah yang sangat penting jika burung murai batu kamu sudah siap mental. Pengkrodongan akan menjaga mentalitasnya tetap onfire dan rajin berkicau pada saat di gantang.

Baca Juga: Masteran Burung Cililin Bagus untuk Murai Batu

Itulah 10 perawatan dasar yang bisa kamu terapkan pada burung murai batu trotol, bakalan sampai dewasa dan siap diikutkan lomba. Memang tidak mudah, apalagi jika kamu termasuk orang yang sibuk bekerja dari pagi sampai sore hari, namun jika kamu bisa menerapkan treatment ini secara berkelanjutan, hasilnya pasti juga tidak akan mengecewakan.

Write A Comment